Sehari-hari
Hari ini berniat untuk latihan padus. Lalu aku duduk menunggu jam menunjukan jam 1 siang. Setelah dirasa cukup, lalu aku berangkat dari kursi kayu itu.
Oh iya sebelumnya aku bersapa dengan salah satu kaka yang terkenal jualan pulsa. Nah, kaka yang jualan pulsa hendak ke perpus untuk memperpanjang buku. Tadinya aku mau lewat situ juga, tapi ada perasaan malu kalo ketemu lagi, aku beralih ke jalan lain.
Nah lewat jalan lain, aku bertemu dengan seorang sahabat yang sedang menelopon neneknya. Di situ juga terjadi pertumpahan air mata.
Lalu aku menghampirinya, dan ia memegang tanganku sangat erat.
Lalu ia bercerita tentang keluarganya. Aku di situ ada perasaan deg-degan karna ada latihan padus, takut telat.
Eh ternyata ketuanya juga masih rapat.
Dari sekian cerita tadi, aku terpana dengan jalan Tuhan. Ia bisa membelokan aku ke jalan lain untuk bertemu dengan temanku, untuk sharing dan menemaninya.
Lewat sehari-hari, aku merasakan keberadaan Tuhan. Ia punya rencana yang terbaik buat kita semua.
Yuk, kita sama-sama beriman lebih lagi sama Bapa :))
01/02/18
Oh iya sebelumnya aku bersapa dengan salah satu kaka yang terkenal jualan pulsa. Nah, kaka yang jualan pulsa hendak ke perpus untuk memperpanjang buku. Tadinya aku mau lewat situ juga, tapi ada perasaan malu kalo ketemu lagi, aku beralih ke jalan lain.
Nah lewat jalan lain, aku bertemu dengan seorang sahabat yang sedang menelopon neneknya. Di situ juga terjadi pertumpahan air mata.
Lalu aku menghampirinya, dan ia memegang tanganku sangat erat.
Lalu ia bercerita tentang keluarganya. Aku di situ ada perasaan deg-degan karna ada latihan padus, takut telat.
Eh ternyata ketuanya juga masih rapat.
Dari sekian cerita tadi, aku terpana dengan jalan Tuhan. Ia bisa membelokan aku ke jalan lain untuk bertemu dengan temanku, untuk sharing dan menemaninya.
Lewat sehari-hari, aku merasakan keberadaan Tuhan. Ia punya rencana yang terbaik buat kita semua.
Yuk, kita sama-sama beriman lebih lagi sama Bapa :))
01/02/18
Comments
Post a Comment