Final Destination
Mungkin mendengar judul di atas, kita teringat akan film seram tentang kematian sekelompok orang secara berurutan dan tidak wajar.
Tapi, di tengah kondisi hati yang linglung, aku mendapati kembali pentingnya menetapkan tujuan (destiny). Bahkan tujuan akhir.
Tujuan akhir yang tepat, membuat motivasi yang kita jadikan dasar untuk melakukan segala sesuatu, menjadi tepat juga.
Bapa kembali mengingatkan, kalo apa pun yang kita lakukan, hendaknya di dasarkan pada KASIH.
Apa pun yang kita lakukan, hendaknya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Aku rindu dengan Bapaku.
Suatu saat, aku hanya ingin bersama-Nya saja.
Diam di bawah kaki-Nya, menikmati segala kebaikan dan kemurahan-Nya.
That's all.
Aku ingin membiasakan diriku untuk tetap memandang Dia, yang mengasihi aku lebih dari siapa pun.
Bukan memandang situasi, kondisi, bahkan manusia sekitar.
Aku ingin terus bersukacita di dalam-Nya.
Terima kasih Bapa.
Tapi, di tengah kondisi hati yang linglung, aku mendapati kembali pentingnya menetapkan tujuan (destiny). Bahkan tujuan akhir.
Tujuan akhir yang tepat, membuat motivasi yang kita jadikan dasar untuk melakukan segala sesuatu, menjadi tepat juga.
Bapa kembali mengingatkan, kalo apa pun yang kita lakukan, hendaknya di dasarkan pada KASIH.
Apa pun yang kita lakukan, hendaknya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Aku rindu dengan Bapaku.
Suatu saat, aku hanya ingin bersama-Nya saja.
Diam di bawah kaki-Nya, menikmati segala kebaikan dan kemurahan-Nya.
That's all.
Aku ingin membiasakan diriku untuk tetap memandang Dia, yang mengasihi aku lebih dari siapa pun.
Bukan memandang situasi, kondisi, bahkan manusia sekitar.
Aku ingin terus bersukacita di dalam-Nya.
Terima kasih Bapa.
Comments
Post a Comment